Ulama Jakarta Doakan KH Ma’ruf Amin Pimpin Tanfidziyah PBNU di Muktamar Jombang

Written by

in

Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, nama KH Ma’ruf Amin kembali mengemuka di kalangan nahdliyin. Di Jakarta, doa khusus dipanjatkan agar Wakil Presiden ke-13 RI itu mendapat amanah sebagai Rais Aam Tanfidziyah atau Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Perkembangan ini turut disimak warga NU di berbagai daerah, termasuk Sumatera Utara dan Medan, yang memiliki basis nahdliyin cukup kuat.

Doa tersebut disampaikan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Zawiyah Ar Raudhah, Jakarta, pada Selasa, 25 Agustus 2026. Khadim Zawiyah Ar Raudhah, KH Muhammad Danial Nafis, memimpin doa di hadapan ribuan jemaah. Hadir pula Syekh Muhammad Fadhil Al Jailani Al Hasani, KH Ma’ruf Amin, serta KH Marwazie Al Batawi.

Doa amanah kepemimpinan di usia lanjut

KH Muhammad Danial Nafis menilai KH Ma’ruf Amin sebagai alim ulama yang sudah dikenal luas tanpa perlu pujian berlebihan. Ia menekankan bahwa generasi muda ulama berkumpul untuk memohon agar Allah SWT memberikan kekuatan dan amanah. Menurutnya, beban kebangsaan yang sudah dipikul di usia lanjut tetap sejalan dengan harapan agar amanah nahdliyah tetap menyertai figur tersebut.

Pernyataan itu disampaikan sehari setelah peringatan Maulid, Rabu, 26 Agustus 2026. Ia menegaskan harapan agar perjalanan kepemimpinan keagamaan berjalan selamat dan bermanfaat bagi umat. Nada doa tersebut mencerminkan penghormatan terhadap rekam jejak keulamaan sekaligus pengalaman kenegaraan yang dimiliki KH Ma’ruf Amin.

Keprihatinan terhadap isu amplop jelang muktamar

Selain doa, KH Muhammad Danial Nafis menyoroti isu amplop yang beredar luas menjelang Muktamar ke-35 NU. Ia mengaku prihatin karena wacana itu mendorong sejumlah kiai dan ulama sepuh menyampaikan imbauan kepada muktamirin. Inti imbauan tersebut agar pemilihan tidak ditentukan oleh bayaran atau imbalan materi.

Ia mengingatkan bahwa NU merupakan wadah berkumpulnya ulama. Praktik riswah atau suap untuk memperebutkan jabatan ketua umum hingga posisi di AHWA dinilai sangat bertentangan dengan nilai organisasi. Doa agar warga nahdliyin dijauhkan dari praktik semacam itu ikut disampaikan dalam kesempatan yang sama.

  • Imbauan kiai sepuh agar muktamirin menolak pilihan berbasis bayaran
  • Penegasan NU sebagai ruang ulama, bukan arena transaksi jabatan
  • Harapan proses muktamar berlangsung bersih dan bermartabat

Nama Ma’ruf Amin minim di daftar calon yang beredar

Menurut KH Muhammad Danial Nafis, isu amplop menjadi salah satu alasan ia mempertanyakan minimnya nama KH Ma’ruf Amin dalam deretan calon ketua umum PBNU yang beredar di publik. Ia menyebut figur tersebut sebagai guru yang justru tidak banyak muncul dalam spekulasi daftar nama. Pertanyaan retoris soal apakah hal itu terkait sikap tidak membagi-bagi sesuatu sempat dilontarkan dengan nada prihatin.

Muktamar ke-35 NU sendiri dijadwalkan berlangsung di Jombang pada 27–31 Agustus 2026. Forum lima tahunan ini menjadi momentum penting bagi penataan kepemimpinan organisasi Islam terbesar di Indonesia. Bagi nahdliyin Medan dan Sumut, hasil muktamar biasanya berdampak pada arah konsolidasi pengurus wilayah dan cabang di daerah.

Relevansi bagi nahdliyin Sumatera Utara

Meskipun rangkaian doa dan pernyataan berlangsung di Jakarta, isu kepemimpinan PBNU selalu menjadi perhatian warga NU di luar Jawa. Di Medan dan berbagai kabupaten di Sumut, struktur NU aktif di tingkat cabang dan majelis taklim. Informasi soal figur calon, etika berkompetisi, serta imbauan menolak riswah menjadi bahan diskusi internal yang wajar tanpa mengubah fakta peristiwa di ibu kota.

Harapan yang disampaikan ulama di Zawiyah Ar Raudhah pada dasarnya menggarisbawahi dua hal: penghormatan terhadap kapasitas keulamaan KH Ma’ruf Amin dan desakan agar muktamar bersih dari praktik berbayar. Keduanya relevan bagi seluruh warga NU yang menginginkan proses pemilihan berjalan sesuai adab organisasi.

Dengan Muktamar ke-35 yang semakin dekat, perhatian publik tertuju pada kualitas musyawarah dan integritas para muktamirin. Doa untuk KH Ma’ruf Amin menjadi salah satu catatan publik jelang forum besar di Jombang, sambil menegaskan penolakan terhadap isu amplop yang sempat viral.

Sumber: Sindo News.

Tag: Muktamar NU, KH Ma’ruf Amin, PBNU, Tanfidziyah, Jombang, nahdliyin, isu amplop, Sumatera Utara

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Blackjack Terlihat Sederhana tetapi Kenapa Keputusan Hit atau Stand Bisa Mengubah Peluang Jackpot Terlihat Semakin Besar tetapi Apa Hubungannya dengan Peluang Mendapatkannya House Edge Kecil Sering Dianggap Menguntungkan tetapi Begini Cara Membaca Angkanya Volatilitas Tinggi dan Rendah Apa Bedanya dan Kenapa Pengalaman Bermain Bisa Berubah Drastis Sudah Banyak Putaran tetapi Bonus Belum Muncul Apa yang Sebenarnya Terjadi RNG Sering Disebut Acak tetapi Bagaimana Sistem Ini Sebenarnya Menentukan Setiap Putaran Simbol Hampir Membentuk Bonus Kenapa Momen Near Miss Terasa Begitu Meyakinkan Bonus Buy Memang Langsung Membuka Fitur tetapi Apa yang Berubah dari Permainan Biasa Kenapa Angka Kemenangan Besar Lebih Mudah Diingat daripada Puluhan Putaran Biasa Autoplay dan Spin Manual Terasa Berbeda tetapi Apakah Mekanismenya Benar Benar Berbeda Blackjack Terlihat Sederhana tetapi Kenapa Keputusan Hit atau Stand Bisa Mengubah Peluang Jackpot Terlihat Semakin Besar tetapi Apa Hubungannya dengan Peluang Mendapatkannya House Edge Kecil Sering Dianggap Menguntungkan tetapi Begini Cara Membaca Angkanya Volatilitas Tinggi dan Rendah Apa Bedanya dan Kenapa Pengalaman Bermain Bisa Berubah Drastis Sudah Banyak Putaran tetapi Bonus Belum Muncul Apa yang Sebenarnya Terjadi RNG Sering Disebut Acak tetapi Bagaimana Sistem Ini Sebenarnya Menentukan Setiap Putaran Simbol Hampir Membentuk Bonus Kenapa Momen Near Miss Terasa Begitu Meyakinkan Bonus Buy Memang Langsung Membuka Fitur tetapi Apa yang Berubah dari Permainan Biasa Kenapa Angka Kemenangan Besar Lebih Mudah Diingat daripada Puluhan Putaran Biasa Autoplay dan Spin Manual Terasa Berbeda tetapi Apakah Mekanismenya Benar Benar Berbeda