Persaingan kekuatan udara di kawasan Asia-Pasifik semakin menonjol setelah dua negara tetangga Indonesia mengandalkan jet tempur F-35. Pesawat siluman generasi kelima buatan Amerika Serikat itu kini menjadi simbol kapabilitas militer modern, dan kehadirannya di sekitar wilayah Indonesia pantas dicermati publik, termasuk pembaca di Medan dan Sumatera Utara yang mengikuti dinamika pertahanan regional.
Dari sekitar 20 negara yang mengoperasikan F-35 di dunia, mayoritas merupakan sekutu utama Washington. Di lingkungan terdekat Indonesia, nama yang muncul adalah Australia dan Singapura. Keduanya menempuh jalur berbeda: satu sudah aktif memakai armada Lightning II, sementara yang lain sedang menunggu pengiriman perdana.
Posisi F-35 di peta kekuatan udara kawasan
F-35 Lightning II dirancang untuk misi siluman, sensor terpadu, dan jaringan data tempur yang sulit ditandingi pesawat generasi sebelumnya. Kemampuannya tidak hanya soal kecepatan atau manuver, tetapi juga keunggulan deteksi dini serta integrasi dengan platform lain di laut dan darat.
Bagi negara-negara di Indo-Pasifik, pengadaan pesawat ini sering dibaca sebagai investasi jangka panjang menghadapi ancaman yang berubah cepat. Status operator F-35 juga menandai kedekatan industri pertahanan dengan rantai pasok dan standar operasional Amerika Serikat.
Australia andalkan F-35A untuk RAAF
Angkatan Udara Australia (RAAF) menempatkan F-35A sebagai tulang punggung armada tempur masa depan. Lockheed Martin, sebagai produsen, menegaskan kemitraan jangka panjang dengan industri lokal Australia untuk produksi pendukung, pemeliharaan, serta penciptaan lapangan kerja di dalam negeri.
Dalam perkembangan terbaru yang dilansir media internasional, dua jet F-35A RAAF dijadwalkan terbang di langit Selandia Baru untuk pertama kalinya dalam rangka latihan gabungan. Pesawat-pesawat itu akan ditempatkan di Pangkalan RNZAF Ohakea dan berkoordinasi dengan Angkatan Darat serta Angkatan Udara Selandia Baru.
Kepala Angkatan Udara Selandia Baru, Marsekal Muda Darryn Webb, menilai kunjungan tersebut memberi kesempatan bekerja sama dengan salah satu teknologi tempur paling canggih. Latihan mencakup pembentukan Titik Pengisian Persenjataan dan Bahan Bakar Maju oleh RAAF untuk pertama kali di luar Australia, latihan serangan udara di Area Latihan Militer Waiouru, serta skenario intersepsi bersama pesawat P-8A Poseidon milik RNZAF sebelum kembali ke Australia.
Singapura menyusul masuk klub F-35
Berbeda dengan Australia yang sudah operasional, Singapura baru akan bergabung ke kelompok eksklusif operator jet siluman generasi kelima. Setelah proses pengajuan, evaluasi opsi, dan pembahasan di parlemen, Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF) dijadwalkan menerima pesawat F-35 pertamanya mulai akhir 2026.
Langkah itu menempatkan negara kota tersebut pada lapisan atas modernisasi udara di Asia Tenggara. Kehadiran F-35 di RSAF diperkirakan memperkuat daya gentar dan interoperabilitas dengan mitra yang sudah memakai platform sejenis, meski rincian penempatan dan skema pelatihan tetap mengikuti kebijakan pertahanan Singapura sendiri.
Arti strategis bagi lingkungan Indonesia
Bagi Indonesia, fakta bahwa dua tetangga langsung mengoperasikan atau segera menerima F-35 menjadi pengingat bahwa arsitektur keamanan kawasan terus bergerak. Selat Malaka, jalur penerbangan internasional, dan perairan sekitar Sumatera Utara berada di koridor yang ramai secara ekonomi maupun geostrategis.
Pemahaman publik di daerah, termasuk Medan, terhadap perkembangan ini membantu menempatkan isu pertahanan dalam konteks yang lebih luas: bukan sekadar spekulasi persenjataan, melainkan realitas industrialisasi militer dan kerja sama latihan yang semakin intensif di Asia-Pasifik. Pemerintah dan TNI tetap memiliki agenda modernisasi sendiri yang berjalan terpisah dari program F-35 negara lain.
Secara keseluruhan, Australia sudah mengeksekusi operasi dan latihan dengan F-35A, sedangkan Singapura berada di fase penantian pengiriman perdana pada akhir 2026. Keduanya mempertegas bahwa jet tempur siluman bukan lagi wacana jauh, melainkan bagian dari lanskap kekuatan udara di sekitar Indonesia.
Sumber: Sindo News.
