PT Waskita Karya (Persero) Tbk memperkuat transformasi digital lewat peluncuran sistem pembayaran H2H Waskita yang terhubung langsung ke perbankan. Skema Host to Host memanfaatkan Application Programming Interface (API) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI yang sudah mematuhi standar Nasional Open API (SNAP), sehingga alur kas perusahaan konstruksi semakin terpusat dan dapat diawasi secara real time.
Langkah tersebut menempatkan Waskita sebagai perusahaan konstruksi pertama yang meraih sertifikasi SNAP. Bagi pembaca di Medan dan Sumatera Utara, modernisasi tata kelola pembayaran BUMN karya ini relevan karena banyak mitra pemasok, subkontraktor, serta tenaga pendukung proyek infrastruktur nasional beroperasi lintas daerah, termasuk di kawasan Sumut, dan membutuhkan kepastian status tagihan tanpa antre dokumen fisik.
Apa itu H2H dan mengapa dipakai Waskita
Host to Host menghubungkan sistem internal perusahaan sebagai satu host dengan sistem bank atau lembaga keuangan sebagai host lain. Transaksi berjalan otomatis tanpa perantara manual yang memperlambat verifikasi. Sasaran utamanya adalah proses keuangan yang terintegrasi, efisien, transparan, dan akuntabel.
Dengan API berstandar SNAP, pengajuan bayar dari tim lapangan tidak lagi bergantung pada berkas tagihan kertas. Seluruh tahapan digelar digital melalui aplikasi SAP. Tim proyek dapat memantau status pengajuan kapan saja dan dari mana saja, sementara mitra kerja menerima pemberitahuan perkembangan pembayaran secara real time.
Pernyataan direktur keuangan dan arah transformasi
Direktur Keuangan Waskita Karya Wiwi Suprihatno menegaskan bahwa penerapan H2H merupakan wujud konkret digitalisasi perseroan. Metode ini menguatkan sentralisasi pembayaran dan selaras dengan transformasi yang merujuk pada delapan stream, salah satunya penguatan tata kelola dana demi Good Corporate Governance (GCG).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan resmi pada Selasa (1/9/2026). Ia menambahkan bahwa inovasi ini berdampak positif pada pengelolaan arus kas serta sejalan dengan prioritas dan strategi perusahaan. Ke depan, Waskita berencana menuntaskan digitalisasi menyeluruh pada sistem operasional.
Kolaborasi BUMN dan manfaat bagi mitra kerja
Wiwi menyampaikan apresiasi kepada BNI yang mendukung penguatan ekosistem digital Waskita. Sinergi dua BUMN itu dinilai memudahkan masyarakat pengguna jasa keuangan sekaligus mendorong sistem pembayaran nasional. Pemanfaatan layanan API BNI diharapkan berlanjut agar digitalisasi berkelanjutan tetap terjaga.
- Tagihan proyek diproses tanpa dokumen fisik berlebih
- Status pengajuan dan pencairan dapat dipantau real time
- Mitra mendapat kepastian informasi pembayaran lebih cepat
- Arus kas perusahaan lebih mudah dikendalikan secara terpusat
Bagi pelaku usaha penunjang konstruksi di Medan yang menjadi pemasok material atau jasa, pola serupa menjanjikan kepastian jadwal cair tanpa bolak-balik mengantar berkas, sepanjang mereka terhubung pada mekanisme mitra resmi Waskita. Transparansi status juga mengurangi sengketa administratif yang sering muncul di rantai pasok proyek besar.
Implikasi tata kelola dan langkah berikutnya
Sertifikasi SNAP memberi kerangka keamanan dan interoperabilitas yang diakui secara nasional. Kombinasi H2H, SAP, dan API bank mempersempit celah kesalahan input serta mempercepat rekonsiliasi. Di sisi internal, sentralisasi pembayaran memperkuat kontrol terhadap dana proyek yang tersebar di banyak lokasi kerja.
Waskita menegaskan digitalisasi operasional akan diperluas setelah fondasi pembayaran terintegrasi ini berjalan. Penguatan GCG melalui stream transformasi bisnis tetap menjadi acuan agar setiap inovasi teknologi tidak berdiri sendiri, melainkan menopang akuntabilitas keuangan perusahaan konstruksi pelat merah tersebut.
Secara keseluruhan, peluncuran sistem Host to Host berstandar SNAP menandai pergeseran dari pembayaran manual ke ekosistem API yang terukur. Kolaborasi dengan BNI menjadi contoh sinergi BUMN pada sistem pembayaran nasional, dengan manfaat langsung pada efisiensi internal dan kejelasan informasi bagi mitra di berbagai daerah.
Sumber: Republika.
