Warga Kota Makassar mulai merasakan perubahan di stasiun pengisian bahan bakar. Antrean BBM Makassar di sejumlah SPBU berangsur longgar setelah PT Pertamina Patra Niaga memperkuat pasokan dan pelayanan, didukung kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Perkembangan ini penting dipantau pembaca di Medan dan Sumatera Utara karena menggambarkan pola pengelolaan distribusi BBM bersubsidi di daerah lain.
Menurut keterangan resmi manajemen, penurunan antrean berlangsung secara bertahap. Langkah yang diambil mencakup pengaturan di lapangan, penambahan kapasitas layanan, serta pemantauan harian agar kebutuhan mobilitas masyarakat tetap terpenuhi tanpa penumpukan kendaraan yang berkepanjangan.
Kolaborasi dengan pemerintah daerah atur arus pengisian
Salah satu instrumen yang diterapkan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan adalah sistem ganjil-genap saat pengisian BBM di SPBU. Aturan itu dimaksudkan menata arus kendaraan agar pelayanan lebih tertib dan waktu tunggu masyarakat berkurang.
Kitty Andhora, VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, menyampaikan bahwa antrean di sejumlah SPBU Makassar saat ini secara bertahap mulai melandai. Pihaknya terus memperkuat pasokan dan pelayanan serta berkolaborasi dengan pemprov untuk menjaga kelancaran distribusi kepada warga.
Distribusi 24 jam dan perluasan jam operasional SPBU
Di jalur operasional, Pertamina Patra Niaga mengandalkan armada mobil tangki yang beroperasi sepanjang hari. Pola distribusi nonstop ini bertujuan menjaga ketersediaan stok di titik-titik layanan yang ramai.
Selain itu, sebanyak 25 SPBU di Makassar dijalankan selama 24 jam. Perluasan jam buka memberi ruang lebih lebar bagi masyarakat yang membutuhkan BBM di luar jam sibuk siang hari, sehingga beban antrean pada jam-jam puncak dapat terurai.
Penambahan nozzle, operator, dan SPBU modular
Optimalisasi layanan juga dilakukan lewat penambahan nozzle BBM bersubsidi serta tenaga operator di sejumlah SPBU. Langkah teknis ini mempercepat proses pengisian per kendaraan dan mengurangi bottleneck di antrian pompa.
Untuk menambah titik akses, Pertamina Patra Niaga mengoperasikan tiga unit SPBU modular. Fasilitas tambahan tersebut dilibatkan guna menopang pemenuhan kebutuhan BBM warga tanpa hanya mengandalkan stasiun tetap yang sudah padat.
- Sistem ganjil-genap pengisian BBM di SPBU
- Mobil tangki beroperasi 24 jam
- 25 SPBU Makassar buka sepanjang hari
- Penambahan nozzle subsidi dan operator
- Tiga unit SPBU modular sebagai titik distribusi baru
Pemantauan lapangan dan komitmen layanan berkelanjutan
Manajemen menegaskan berbagai langkah di atas dijalankan agar pasokan dan pelayanan tetap optimal. Kondisi di lapangan terus dipantau, lalu disesuaikan bila muncul kebutuhan baru, sehingga warga dapat memperoleh BBM dengan lebih lancar.
Pertamina Patra Niaga memandang BBM sebagai kebutuhan pokok yang menopang aktivitas harian. Karena itu, perbaikan pasokan, distribusi, dan pelayanan dilakukan secara berkelanjutan sesuai dinamika di Makassar. Apresiasi juga disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan serta masyarakat yang mengikuti arahan petugas di lokasi.
Bagi pembaca Warta Sumut di Medan, pola penanganan antrean BBM di Sulawesi Selatan menjadi rujukan bagaimana sinergi BUMN energi dan pemerintah daerah dapat meredam kepadatan di SPBU. Kolaborasi serupa pada prinsipnya relevan di wilayah lain yang menghadapi lonjakan permintaan bahan bakar pada periode tertentu.
Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus berupaya memberi pelayanan terbaik dan memastikan distribusi BBM berjalan optimal agar kebutuhan masyarakat terpenuhi serta aktivitas sehari-hari tetap lancar. Pengawasan dan penyesuaian operasional dijanjikan berlanjut selama kondisi lapangan memerlukan intervensi.
Sumber: Republika.
