Tag: OJK

  • OJK Siapkan Syarat Modal Inti Lebih Ketat untuk Asuransi Unit Link

    OJK Siapkan Syarat Modal Inti Lebih Ketat untuk Asuransi Unit Link

    Penguatan modal inti asuransi yang memasarkan produk unit link tengah disiapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bagian dari perbaikan kerangka permodalan industri. Langkah ini menyasar Perusahaan Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) agar kapasitas keuangan, tata kelola, dan perlindungan dana pemegang polis meningkat. Bagi pembaca di Medan dan Sumatera Utara, perkembangan ini relevan karena produk unit link masih banyak ditawarkan di pasar ritel setempat.

    Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menyampaikan bahwa penyusunan Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) PAYDI memuat peningkatan modal inti secara bertahap. Basis perhitungan permodalan juga diarahkan berubah dari modal sendiri menjadi modal inti. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Selasa, 8 September 2026.

    Arah kebijakan penguatan PAYDI

    Menurut Ogi, penguatan ketentuan PAYDI bertujuan memastikan produk hanya dipasarkan oleh perusahaan yang memiliki kapasitas permodalan memadai. Selain itu, tata kelola, manajemen risiko, sistem informasi, dan sumber daya manusia harus memenuhi standar yang lebih ketat. Pendekatan ini dinilai penting agar industri tidak hanya mengejar pertumbuhan premi, tetapi juga menjaga fundamental jangka panjang.

    Unit link menggabungkan manfaat proteksi asuransi dengan instrumen investasi. Karakteristik itu membuat risikonya lebih kompleks dibanding asuransi konvensional. Karena itu, OJK menekankan bahwa perusahaan penerbit harus memiliki fondasi operasional yang kuat sebelum terus memperluas pemasaran produk sejenis.

    Perubahan basis permodalan dan modal inti

    Dalam kerangka RPOJK PAYDI yang sedang dimatangkan, penambahan modal inti dirancang berjalan bertahap. Perubahan basis perhitungan ke modal inti menjadi elemen penting penyempurnaan aturan. Tujuannya adalah memperkuat daya tahan keuangan perusahaan saat menghadapi fluktuasi nilai investasi dan klaim pemegang polis.

    Dengan modal inti yang lebih solid, perusahaan diharapkan lebih mampu menanggung risiko investasi yang melekat pada subdana unit link. Langkah ini juga memberi ruang bagi pengawas untuk menilai kesehatan perusahaan secara lebih akurat, bukan hanya dari angka modal formal yang mudah terlihat di laporan.

    Cegah mis-selling lewat nama produk dan transparansi

    OJK turut memperketat standardisasi penamaan produk unit link. Langkah tersebut dimaksudkan agar calon nasabah tidak keliru memahami sifat produk hanya dari label pemasaran. Transparansi strategi penempatan subdana investasi juga diperkuat agar informasi risiko dan alokasi dana lebih mudah dibaca publik.

    Praktik penjualan yang menyesatkan atau mis-selling menjadi salah satu kekhawatiran yang ingin ditekan. Calon pemegang polis diharapkan memahami karakteristik, manfaat, dan risiko sebelum memutuskan membeli. Kejelasan dokumen penawaran dan penjelasan agen menjadi bagian penting dari perlindungan konsumen di sektor asuransi.

    • Standardisasi nama produk agar tidak membingungkan
    • Transparansi strategi subdana investasi
    • Penguatan kapasitas SDM dan sistem informasi perusahaan

    Implikasi bagi nasabah dan industri di daerah

    Bagi nasabah di Medan dan wilayah Sumut lainnya, aturan yang lebih ketat berpotensi mendorong perusahaan menjelaskan risiko unit link secara lebih jernih. Masyarakat yang mempertimbangkan produk ini disarankan menelaah profil risiko pribadi, biaya, serta kinerja subdana sebelum berkomitmen jangka panjang. Keputusan berasuransi sebaiknya tidak semata mengikuti imbauan imbal hasil.

    Dari sisi industri, perusahaan yang ingin tetap aktif di segmen PAYDI perlu menyiapkan permodalan, tata kelola, dan infrastruktur pendukung. Penyesuaian bertahap memberi waktu adaptasi, tetapi arah kebijakan sudah jelas: hanya pemain yang siap secara fundamental yang diharapkan terus memasarkan produk berisiko kompleks ini.

    Secara keseluruhan, inisiatif OJK menempatkan perlindungan pemegang polis sebagai poros utama. Penguatan modal inti, perbaikan tata kelola, dan penertiban praktik pemasaran menjadi paket kebijakan yang saling terkait. Pemantauan lanjutan terhadap finalisasi RPOJK PAYDI akan menentukan detail teknis yang wajib dipatuhi pelaku industri ke depan.

    Sumber: Sindo News.

    Tag: OJK, asuransi unit link, modal inti, PAYDI, perlindungan nasabah, permodalan asuransi, Medan

  • Sulut Pacu Perluasan Akses Keuangan Desa dan Pesisir Menuju 2030

    Sulut Pacu Perluasan Akses Keuangan Desa dan Pesisir Menuju 2030

    Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menetapkan sasaran inklusi keuangan Sulut sebesar 95,11 persen pada 2030. Pengumuman itu disampaikan di Manado dan menjadi acuan kerja bersama lembaga jasa keuangan, termasuk bagi pembaca di Medan yang memantau perkembangan akses keuangan daerah di kawasan timur Indonesia.

    Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Sulut, Reza Alexandro Wenas Dotulung, menegaskan target tersebut hanya realistis jika pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, serta lembaga jasa keuangan nonbank bergerak dalam satu arah. Sinergi program dinilai lebih menentukan daripada sekadar penambahan produk di kota besar.

    Fokus pada kelompok yang masih sulit dijangkau

    Upaya percepatan diarahkan ke wilayah dan segmen yang selama ini tertinggal dalam akses formal. Masyarakat perdesaan dan pesisir menjadi prioritas utama, disusul pelaku UMKM potensial, pelajar, serta perempuan. Pendekatan ini dipilih agar kenaikan indeks tidak hanya tercermin di pusat kota.

    Dengan membidik kelompok tersebut, Pemprov Sulut berharap rekening, pembayaran digital, dan pembiayaan resmi merata hingga ke komunitas yang jarang tersentuh cabang bank konvensional. Pola serupa sering menjadi rujukan daerah lain di Sumatra, termasuk Sumatera Utara, meski konteks geografis Sulut berbeda.

    Rekening pelajar dan digitalisasi pasar

    Salah satu instrumen akselerasi adalah perluasan Program Satu Rekening Satu Pelajar atau Kejar. Implementasinya merujuk Surat Edaran Gubernur dan menyasar jenjang sekolah dasar hingga menengah atas agar literasi serta kepemilikan rekening dimulai sejak dini.

    Di sisi transaksi, ekosistem digital diperkuat lewat perluasan program Pasar Siap QRIS. Adopsi fintech lending berizin juga didorong agar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah memperoleh pembiayaan lebih cepat tanpa meninggalkan jalur legal yang diawasi otoritas.

    Bantuan sosial dan edukasi nonbank

    Strategi lain menautkan perlindungan sosial dengan sistem keuangan formal. Penyaluran bantuan sosial daerah diintegrasikan melalui akun perbankan dan kepesertaan BPJS resmi, sehingga penerima manfaat terhubung ke layanan yang dapat dilacak dan diawasi.

    Edukasi tidak berhenti di produk bank. Kolaborasi dengan Pegadaian diperkuat, Lembaga Keuangan Mikro desa dioptimalkan, dan literasi instrumen pasar modal digiatkan. Langkah ini dimaksudkan agar masyarakat mengenal alternatif simpanan, gadai, mikrofinance, hingga investasi sesuai profil risiko.

    • Perluasan Kejar di sekolah dasar hingga menengah atas
    • Pasar Siap QRIS dan fintech lending resmi untuk UMKM
    • Bantuan sosial daerah melalui rekening bank dan BPJS
    • Sinergi Pegadaian, LKM desa, serta literasi pasar modal

    Capaian terkini dan optimisme OJK

    Kepala OJK Sulutgo, Robert Sianipar, menilai pijakan daerah sudah relatif kuat. Merujuk Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026 yang dirilis OJK bersama BPS, indeks literasi keuangan Sulut tercatat 69,98 persen, sementara indeks inklusi keuangan berada di 94,37 persen.

    Angka inklusi yang sudah tinggi membuat jarak menuju 95,11 persen pada 2030 tampak sempit, namun tetap menuntut konsistensi di desa dan pesisir. OJK menyampaikan keyakinan bahwa target Pemprov dapat diraih bila kolaborasi lintas lembaga berjalan tanpa jeda.

    Bagi publik Medan dan Sumatera Utara, perkembangan Sulut menjadi contoh bagaimana target kuantitatif dikaitkan dengan program konkret: rekening pelajar, QRIS pasar, penyaluran bansos berrekening, serta edukasi nonbank. Model pengukuran dan sinergi semacam itu relevan dipantau sebagai pembanding kebijakan keuangan inklusif antarprovinsi.

    Keberhasilan akhir tetap bergantung pada eksekusi di lapangan, kualitas literasi, dan perlindungan konsumen. Dengan peta jalan hingga 2030, Sulut menempatkan inklusi keuangan sebagai agenda pembangunan ekonomi yang terukur, bukan sekadar slogan tahunan.

    Sumber: Republika.

    Tag: inklusi keuangan, Sulawesi Utara, OJK, UMKM, QRIS, literasi keuangan, Kejar, keuangan daerah

Blackjack Terlihat Sederhana tetapi Kenapa Keputusan Hit atau Stand Bisa Mengubah Peluang Jackpot Terlihat Semakin Besar tetapi Apa Hubungannya dengan Peluang Mendapatkannya House Edge Kecil Sering Dianggap Menguntungkan tetapi Begini Cara Membaca Angkanya Volatilitas Tinggi dan Rendah Apa Bedanya dan Kenapa Pengalaman Bermain Bisa Berubah Drastis Sudah Banyak Putaran tetapi Bonus Belum Muncul Apa yang Sebenarnya Terjadi RNG Sering Disebut Acak tetapi Bagaimana Sistem Ini Sebenarnya Menentukan Setiap Putaran Simbol Hampir Membentuk Bonus Kenapa Momen Near Miss Terasa Begitu Meyakinkan Bonus Buy Memang Langsung Membuka Fitur tetapi Apa yang Berubah dari Permainan Biasa Kenapa Angka Kemenangan Besar Lebih Mudah Diingat daripada Puluhan Putaran Biasa Autoplay dan Spin Manual Terasa Berbeda tetapi Apakah Mekanismenya Benar Benar Berbeda Blackjack Terlihat Sederhana tetapi Kenapa Keputusan Hit atau Stand Bisa Mengubah Peluang Jackpot Terlihat Semakin Besar tetapi Apa Hubungannya dengan Peluang Mendapatkannya House Edge Kecil Sering Dianggap Menguntungkan tetapi Begini Cara Membaca Angkanya Volatilitas Tinggi dan Rendah Apa Bedanya dan Kenapa Pengalaman Bermain Bisa Berubah Drastis Sudah Banyak Putaran tetapi Bonus Belum Muncul Apa yang Sebenarnya Terjadi RNG Sering Disebut Acak tetapi Bagaimana Sistem Ini Sebenarnya Menentukan Setiap Putaran Simbol Hampir Membentuk Bonus Kenapa Momen Near Miss Terasa Begitu Meyakinkan Bonus Buy Memang Langsung Membuka Fitur tetapi Apa yang Berubah dari Permainan Biasa Kenapa Angka Kemenangan Besar Lebih Mudah Diingat daripada Puluhan Putaran Biasa Autoplay dan Spin Manual Terasa Berbeda tetapi Apakah Mekanismenya Benar Benar Berbeda