Persoalan kesehatan jiwa di Indonesia kembali disorot sebagai isu yang tidak cukup ditangani hanya di ruang praktik. Bagi pembaca di Medan dan Sumatera Utara, pesan ini relevan karena tekanan hidup sehari-hari di kota besar kerap menuntut dukungan yang lebih dekat dari keluarga dan lingkungan sekitar. Kaukus Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa atau Kaukus Keswa menggelar diskusi lintas komunitas untuk memperkuat peran warga dalam merawat kesehatan mental secara kolektif.
Pertemuan tersebut digelar di Jakarta dan menegaskan bahwa beban kesehatan jiwa tidak boleh semata dibebankan kepada psikolog, psikiater, maupun fasilitas pelayanan kesehatan. Pendekatan yang hanya berpusat pada pengobatan dinilai perlu diperluas ke pencegahan dini serta jejaring dukungan sosial di tingkat akar rumput.
Pergeseran dari pengobatan ke pencegahan sosial
Inisiator Kaukus Keswa sekaligus peneliti kesehatan masyarakat, Ray Wagiu Basrowi, menekankan pentingnya mengubah cara pandang. Menurutnya, sebagian besar kehidupan manusia berlangsung di keluarga, sekolah, tempat kerja, dan komunitas. Karena itu, upaya menjaga kesehatan jiwa harus menjadi gerakan bersama, bukan agenda eksklusif tenaga medis.
Ray, yang juga pendiri Health Collaborative Center, menyampaikan bahwa ruang klinik tetap penting, namun tidak mampu menjangkau seluruh dinamika kehidupan sehari-hari. Dukungan yang muncul dari orang terdekat justru sering menjadi penentu seseorang merasa didengar sebelum kondisi memburuk dan membutuhkan pertolongan profesional.
Komunitas sebagai lingkungan terdekat yang melindungi
Bersama inisiator lain, Kristin Samah dan Maria Ekowati, Ray menempatkan komunitas pada posisi strategis. Lingkungan terdekat dinilai mampu memberi ruang mendengar, memberi dukungan emosional, sekaligus mengarahkan individu ke layanan profesional bila diperlukan. Model ini dinilai lebih humanis dan berkelanjutan dibanding menunggu warga datang sendiri ke fasilitas kesehatan.
Kaukus Keswa juga mengajak masyarakat tidak berhenti pada kesadaran semata. Warga diharapkan merasa ikut memiliki agenda kesehatan jiwa nasional, menjadi bagian dari solusi, dan menjadikan topik ini percakapan sehari-hari di rumah, kantor, maupun forum warga. Penerima program saja tidak cukup; partisipasi aktif dibutuhkan agar stigma berkurang.
Kolaborasi bulanan memperluas jejaring kepedulian
Diskusi lintas komunitas tersebut merupakan rangkaian program bulanan Kaukus Keswa. Edisi kali ini digelar bersama Peluk Diri. Format pertemuan dirancang agar komunitas, tenaga kesehatan, akademisi, keluarga, dan pemangku kebijakan dapat bertukar pengalaman serta merumuskan langkah konkret bersama.
Harapan besar dari forum ini adalah kesehatan jiwa semakin diakui sebagai bagian integral pembangunan manusia Indonesia. Kolaborasi lintas sektor dinilai mampu menutup celah layanan, terutama di wilayah yang akses ke tenaga spesialis masih terbatas, termasuk di sejumlah daerah di luar Jawa.
Sejarah singkat Kaukus dan arah advokasi
Kaukus Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa berdiri pada November 2023 sebagai wadah advokasi dan edukasi. Saat ini diketuai Prof Nila Moeloek. Selain Ray, Kristin, dan Maria, inisiator lainnya meliputi Rofikoh Rokhim, Bagus Takwin, serta almarhum Romo Muji. Keberadaan kaukus ini menandai dorongan tokoh kesehatan dan masyarakat sipil agar isu keswa masuk arus utama kebijakan dan percakapan publik.
Bagi masyarakat Medan, pesan gerakan komunal ini bisa diterjemahkan sederhana: perkuat kepekaan di lingkungan RT, sekolah, kampus, dan tempat kerja. Deteksi dini lewat kepedulian tetangga atau rekan kerja sering lebih cepat daripada antrean di klinik. Edukasi berkelanjutan tetap diperlukan agar dukungan komunitas selaras dengan rujukan profesional yang tepat.
Pada akhirnya, kesehatan jiwa yang tangguh lahir dari kombinasi layanan medis yang memadai dan masyarakat yang peduli. Diskusi Kaukus Keswa menjadi pengingat bahwa setiap warga punya peran, mulai dari mendengarkan tanpa menghakimi hingga mendorong orang terdekat mencari bantuan saat dibutuhkan. Gerakan kecil di tingkat lokal, jika konsisten, berpotensi memperkuat ketahanan mental bangsa secara keseluruhan.
Sumber: Sindo News.



